
Sidoarjo-Masih terngiang dalam telinga masyarakat Sidoarjo atas janji-janji Bupati Win Hendarso beberapa waktu lalu saat kampanye Pilkadanya, bahwa ia akan memprioritaskan kesejahteraan masyarakat miskin, diantaranya di bidang pendidikan & kesehatan.
Namun kenyataan yang ada, janji-janji yang memang sudah menjadi APBD kab. Sidoarjo itu belum juga terealisasi, bahkan terkesan di disepelekan.Biqintorin Musa, juru bicara Fraksi Kebangkitan Bangsa Keadilan (FKBK), dalam sidang Paripurna (29/12) memperingatkan Bupati agar tidak terlena dengan Invesment Award, penghargaan yang baru di terima dari Presiden 18 Desember 2007 lalu.
“Karena pada kenyataannya,Bupati telah melupakan program yang menyentuh langsung ke maskin,” tambahnya.
Ia menyebut program bantuan pendidikan siswa miskin sebesar Rp 13,5 miliar, tidak cair hingga masa akhir anggaran. Selain itu juga proyek perbaruan bangku sekolah untuk 200 sekolah swasta senilai Rp 2 miliar, juga tidak cair meski prosedur dan persyaratan telah lengkap & diserahkan ke Dinas Pendidikan Sidoarjo.
”Kasihan para orangtua siswa yang sudah mengurus data miskin ke Kelurahan. Nyatanya setelah persyaratan itu komplet dan diserahkan ke sekolah, upaya mereka sia-sia,” kata Biqintorin.
Disamping itu juga, ia menyoroti program pemberian susu gratis sebagai upaya meningkatkan kesehatan siswa. Hal ini menjadi ironis, karena dalam praktiknya, terdapat anggaran APBD 2007 yang tidak terserap sebesar Rp 173 miliar.
”Ini menunjukkan lemahnya perencanaan dan buruknya kinerja birokrasi. Untuk itu, kami minta bupati agar mengurangi volume perjalanan dinas luar kotanya serta meningkatkan pengawasan kinerja bawahannya,” kritiknya.
Selain dari FKBK, juru bicara FPG, Gufron Syukur juga mengingatkan agar Bupati tidak terlena dengan penghargaan yang baru diterimanya, sedangkan pelayanan perizinan dan pengembangan investasi masih lemah. “ini yang perlu dibenahi.” imbuhnya.
Saat memberikan penjelasan mengenai tudingan yang dilemparkan beberapa fraksi, Bupati Win Hendrarso mengakui masih adanya beberapa program yang tidak terlaksana. Ini dipicu tidak adanya pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2007, untuk menentukan proyek-proyek di pertengahan tahun.
”Karena saat itu kita sedang mengejar ketepatan waktu pembahasan Raperda APBD 2008. Saya berharap, APBD 2008 ini sudah bisa disetujui gubernur, Januari mendatang, agar sejumlah programnya bisa segera dilaksanakan,” kata Win Hendrarso.
Dalam sidang Paripurna juga diungkapkan adanya devisit anggaran APBD 2008 sebesar Rp 140 miliar.Namun fraksi-fraksi di DPRD tetap sepakat mengesahkan Rancangan Perda APBD itu menjadi Perda APBD.(sam)
APBD Kabupaten Sidoarjo tahun 2008
I. Pendapatan Daerah : Rp 1,12 triliun
Perincian:
- Pendapatan Asli Daerah : Rp 187,4 miliar
- Dana Perimbangan : Rp 843,3 miliar
- Lain-lain pendapatan sah : Rp 91,2 miliar
II. Belanja Daerah : Rp 1,26 triliun
Perincian:
- Belanja tidak langsung : Rp 702,3 miliar
- Belanja langsung : Rp 559,9 miliar
Defisit Anggaran Sebesar : Rp 140,1 miliar
DIarsipkan di bawah: Daerah, Pemerintahan


